Senang sekali rasanya hari Jum'at 20 November 2020 Cerita Ida berkesempatan mengikuti LAUNCHING PARENTING RASULULLAH ﷺ Sygma Daya Insani yang meluncurkan produk digital ELearning Parenting Rasulullah. Senang karena betul-betul diingatkan kembali tentang tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini. Mengingat sosok yang mulia Rasulullah SAW jadi diingatkan kembali tentang hakikat hidup manusia.
Sungguh telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu (QS. Al Ahzab 21)
Dari mana kita, untuk apa kita hidup, hendak kemana tujuan setelah kehidupan ini semua lengkap telah ada dalam blueprint penciptaan alam semesta yaitu Al Qur'an. Semua itu diterjemahkan dalam perjalanan kehidupan Rasulullah SAW. Launching Parenting Rasulullah SAW yang di dalamnya terdapat ELearning Parenting Rasulullah SAW ini adalah sebuah cara kita berusaha mengikuti jejaknya khususnya dalam hal mendidik diri dan keluarga kita.
Launching Parenting Rasulullah dimulai dengan lantunan ayat suci Al Qur'an Surat Al Luqman ayat 12 sampai dengan ayat 19. Selanjutnya Benny Triandi Djajadi, SE, MA, biasa disapa Ayah Beni yang juga merupakan CEO Sygma Daya Insani menyampaikan materi pengantar Parenting Rasulullah.
Mengapa Harus ELearning Parenting Rasulullah ?
Ayah Beni memulai pemaparan dengan permohonan maaf kepada anak-anaknya karena selama ini belum menjadi ayah atau abi yang baik, saat pertama memiliki anak belum siap memiliki anak dan belum pernah belajar jadi ayah. Namun demikian akan terus belajar menjadi ayah yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Pada kesempatan itu Ayah Beni mengungkapkan pula bahwa mengapa harus belajar dari ELearning Parenting Rasulullah. Rasulullah SAW diutus sebagai suri tauladan yang baik untuk umat manusia. Apa yang dilakukannya berdasarkan petunjuk Allah SWT pencipta manusia yang tahu betul segala sesuatu hal tentang ciptaanNya.
Hasil didikan atau tarbiyahnya suda terbukti menjadi generasi terbaik sepanjang zaman. Jadi dengan adanya ELearning Parenting Rasulullah ini akan memberikan panduan kepada kita apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW di dalam mentarbiyah keluarga dan para sahabatnya.
Saya pribadi jadi ingat dengan kisah-kisah hasil tarbiyatul aulad yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ada Usamah bin Zaid, Zubair bin Awam, Abdullah bin Abbas, Tholhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqos, Zaid bin Tsabit dan masih banyak lagi. Mereka adalah tokoh-tokoh mudah Islam yang sudah meraih kesuksesan di usia 15-20 tahun. Tidak hanya sukses secara duniawi tapi juga mereka adalah para pemuda dengan akhlak yang luar biasa terpuji.
Selanjutnya acara Launching Parenting Rasulullah ini diisi kajian oleh Ustadz Luqmanul Hakim yang memberikan wejangan luar biasa kepada yang hadir di acara Launching Parenting Rasulullah ini. Menurut Ustadz Luqmanul Hakim konten ELearning Parenting Rasulullah bisa membentuk anak-anak berkualitas selevel Muhammad Al Fattih, karena anak-anak seperti hard disk kosong tinggal diisi dengan apa saja yang kita inginkan.
Itulah mengapa kita tidak boleh ikut kata orang sebagaimana di qur'an surat 6 ayat 119 "Kalau kita mengikuti kebanyakan manusia, maka mereka akan menyesatkan kita dari jalan Allah". Kita tidak usah pusing apa kata orang, tapi kita harus pusing apa kata Allah SWT.
Mengundang Allah SWT dalam Keluarga Kita
Sesuai dengan tema Launching Undang Allah dalam Keluarga Kita, maka pertanyaannya adalah bagaimana mengundang Allah itu? Bagaimana mau mengundang Allah SWT, kitanya saja tidak cinta sama Allah SWT, bagimana mau mengundang Allah kalau kita perlu hanya Allah saat ada masalah saja. Padahal tidak ada ceritanya Allah SWT meninggalkan kita yang ada kitalah yang meninggalkan Allah SWT.
Diibaratkan dengan laptop atau handphone, maka laptop atau handphone yang normal adalah laptop atau handphone yang mencari charger. Jadi bukan charger yang mendekati laptop tapi laptop yang mencari charger untuk mengisi baterai. Kalau ada charger yang mencari laptop itu namanya laptop atau handphone yang tidak tahu diri. Laptop akan akan selalu membawa kemana-mana charger nya supaya tidak lowbat.
Kita sering ketakutan dengan handphone yang lowbat tapi jarang yang takut dengan iman yang lowbat. Chargernya manusia adalah Al Qur'an, makanya dalam do'a khatam qur'an disebutkan Ya Allah rahmatillah kami dengan qur'an dan jadikan qur'an ini sebagai imam. Artinya qur'an dulu, qur'an lagi, qur'an terus. Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus begitu kira-kira rumus sederhananya.
Pada kesempatan itu ustadz juga membahas tentang QS kelima ayat 35 yang artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.
Ternyata perintahnya adalah kita disuruh mencari bukan disuruh menunggu. Jika kita ingin mengundang Allah dalam keluarga kita harus proaktif harus mencari bukan menunggu. Rumusnya diajak ikut tidak diajak menyusul. Kita yang perlu Allah bukan Allah yang perlu kita jadi kita yang harus mencari, kita yang harus aktif. Allah tidak pernah meninggalkan hambaNya yang ada kita yang meninggalkan Allah.
Berjihadlah di jalanNya atau bersungguh sungguh lah definisnya adalah BTT yaitu lakukan dengan Benar, Teliti dan Tuntas. Amal sholeh berpeluang besar diterima dan berpeluang besar ditolak. Amal sholeh akan diterima bila dilakukan dengan benar, niat yang benar caranya benar, teliti (pay attention for detail, tertulis, di atas hitam putih) lalu tuntaskan atau selesaikan apa yang sudah dimulai.
Di akhir ayat disebutkan maka kita akan beruntung, inilah yang disebut rumus hidup level bejo. Engga pintar, engga mengerti strategi bisnis yang hebat-hebat tapi bisnisnya dimudahkan Allah, rezekinya dilancarkan Allah, apa yang dihajatkan dikabulkan Allah dengan mudah. Langkah-langkah atau stepping yang dibutuhkan pun kemudian Allah bukakan jalannya. Kejarlah rahmat Allah, hadirkanlah rahmat itu terlebih dahulu, itulah yang membuat kita menjadi pribadi yang beruntung.
Manusia Makhluk Visual, Maka Berilah Contoh
Selanjutnya Ustadz Luqmanulhakim mengungkapkan, apa hubungannya menghadirkan Allah dengan memiliki anak? Manusia adalah titipan Allah bukan dititipkan. Kalau emas, jam tangan mahal, surat tanah engga mungkin kita titipkan pada pembantu, tapi mengapa anak-anak kita dititip-titipkan. Hmmm.....
Manusia adalah makhluk visual karena mudah terpengaruh dengan apa yang dia lihat bukan dengan apa yang didengar. Anak 'agak sulit' menerima kebaikan lewat telinga, kalau hafalan boleh, tapi kebaikan atau kebenaran itu harus diterima dengan mata. Maka dia mudah terpengaruh dengan apa yang dilihatnya ketimbang apa yang dia dengar.
Maka untuk para ibu sedikitkan bicara banyakkan menjadi contoh, untuk para ayah berhentilah menghardik, atau menginstrusikan, kasih contoh atau jadilah contoh. Hari ini Indonesia tidak kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang benar. Orang pintar sibuk ngasih contoh tapi tidak pernah jadi contoh.
Contoh "Ustadz do'akan ya supaya anak saya jadi hafidz qur'an doakan anak saya jadi anak sholeh..." Ini bagus tapi pertanyaannya adalah sudahkah kita menjadi diri kita menjadi anak sholeh bagi orang tua kita ? Karena pada saat ini anak kita sedang mencontoh kepada kita. Duplikasi sempurna anak adalah dari apa yang mereka lihat.
Tentang ELearning Parenting Rasulullah
ELearning Parenting Rasulullah ini merupakan sebuah upaya dari Sygma Daya Insani untuk memberikan solusi bagi ribuan orangtua yang rindu ingin memantaskan diri menjadi orang tua yang memiliki kapasitas dan kompetisi agar anak kita hidup dengan nilai-nilai kebaikan.
ELearning Parenting Rasulullah merupakan sebuah media pembelajaran daring untuk orangtua yang terhubungkan dengan 6 Paket Pembelajaran Siroh An Nabawiah SDI. Di sini orang tua akan mengetahui rahasia mendidik Rasulullah SAW dan mengasuh ala Rasulullah SAW yang berbukti berhasil membangun generasi terbaik sepanjang zaman.
Bentuk ELearning Parenting Rasulullah ini menggunakan web yang menjadi nilai tambah tersendiri bagi penggunanya karena bisa dibuka kapan saja dan dimana saja. Selain itu juga ELearning Parenting Rasulullah ini menyajikan pembelajaran melalui video mulai dari dasar-dasar parenting yang perlu ditanamkan pada anak-anak kita hingga berangkat dewasa lalu kemudian mereka menikah.
Nah teman-teman semoga tulisan ELearning Parenting Rasulullah dari SDI ini bisa memberikan manfaat kepada kita semua ya terutama untuk diri kita dan keluarga kita agar bisa menghadirkan Allah dalam keluarga kita ... :D
selama pandemi ini jadi banyak ilmu ya mba, akupun mulai ngikutin kelas kelas online gitu, sebelom pandemi sibuk kerja, sekarang sibuk menambah pengetahuan.
BalasHapusHikmah pandemi, iya kan. Aku pun begitu Mbak. Sekarang banyak banget kelas online kaya e-learning parenting Rosulullah ini. Bagus buat kita
HapusMbak beruntung nih bisa ikutan acara ELearning Parenting Rasulullah. Aku meski belum jadi orangtua, mau banget belajar ini. Mendidik anak bukan apa kata orang, tapi pakai versi Rosulullah. Insyaallah oke
BalasHapusMendidik anak zaman sekarang memang harus dengan contoh langsung ya mba, ga bisa hanya dengan omongan dan menyuruh saja. Beruntungnya yg sudah ikut Elearning Parenting Rasulullah. Saya juga ingin menyemput metode parenting ini. Makasih infonya Mba Ida.
BalasHapusMasyaALLAH TabarokAllah ini program yg baguuusss banget.
BalasHapusAku juga sangat ingin meneladani Rasul dalam mendidik anak, tapiii sering kalah oleh rasa malas dan clueless
makasiii informasinya mbaaa
Toss mba Nurul.
HapusHarus semangat belajar jadi orangtua kita dengan metode elearning parenting Rasulullah ini ya,
senangnya sejak pandemi jadi banyak kelas online untuk upgrade diri ya mba :)
BalasHapusMasya Allah, terima kasih teh Ida sudah mengingatkan untuk menghadirkan Allah dan Rasul dalam keluarga, aamiin ya Robbal Aalaamiin
BalasHapuswah SDI bikin pengembangan dengan e-learning ya, bagus banget, di masa pandemi ini bisa tetep mendidik keteladanan Rasulullah lewat webnya. jadi penasaran
BalasHapusCara belajar yang asik, dijaman sekarang apalagi metode pembelajaran melalui video justru lebih nendang dan mudah dipahami.
BalasHapusMasyaAllah, makasih banyak sharenya ya mbak, aku tertarik banget nih ingin ikut parenting Ala rasulallah.
BalasHapusMasha Allah tabarakallah e-learning parenting Rasulullah bagus ya.. Pengen banget ikutan.
BalasHapusELearning Parenting Rasulullah ini solusi banget ya, benar sebagai orangtua kita juga harus belajar dan memantaskan diri agar memiliki kapasitas dengan nilai-nilai kebaikan yang nanti bisa kita estafetkan lagi kepada anak-anak
BalasHapusBaru tau aku ada elaeaning parenting rasulullah. Semoga bisa ikutan suatu saat nanti
BalasHapusSenang sekali ya bisa ikutan kelas parenting yang bermanfaat banget seperti ini, nuhun teh sharingnya
BalasHapusSebagai orangtua kita perlu juga untuk menyampaikan permohonan maaf ya mbak karena terus tetap belajar menjadi orangtua yang baik. Banyak insight yang didapat dari Eleraning Parenting Rasulullah ya, cara belajar modern
BalasHapusMasyaAllah elearning parenting rasullullah ini tentu sangat penting banget ya mba, berkah bisa ikutan acaranya dan aku juga kecipratan wawasannya. Aku juga perlu banget belajar menerapkandan membawa ajaran rasullullah sedini mungkin untuk anaku nantinya
BalasHapusSebagai orang tua juga memang perlu mempelajari parenting rasulullah ya mbaa.. Terimakasih untuk sharingnya mbaa... Sangat bermanfaat sekali buat nambah bekal saya sbgi orang tua
BalasHapusBagus sekali ada ELearning Parenting Rasulullah membantu menuntun keluarga untuk mewujudkan keluarga islami yang Allah ridloi.
BalasHapusBarakallahu fiik~
Cakep Mbak kegiatannya. Seru pastinya bisa mengikuti acara seperti ini. Apalagi parenting ala Rasulullah kan wajib diterapkan di setiap keluarga muslim.
BalasHapusE-learning tidak menghalangi kita untuk tetap memastikan contoh teladan Nabi Muhammad SAW ada dalam pembelajaran
BalasHapusAku malah teringat sama pelatihan-pelatihan yang kuikuti, Mbak. Kalau yang sekadar mendnegarkan dan menonton, yang nyantol di hati dan pikiran tuh hanya 10%, kalau setelah pelatihan, ada asesment-nya, kemudian ada tindak lanjut malah nyantol banget.
BalasHapusAku paling seneng cerita2 ke anak mengenai surga dan neraka.. apa aja yang ada di surga sesuai hadits yg aku baca. Mengenai pohon Thuba jadi dengan begitu mereka lebih taat. Bahwa di dunia ini sementara, kita udh dijamin hidup yang lebih baik jika kita menjadi orang baik dan bermanfaat bagi banyak orang.
BalasHapusYup, Jadi orang tua selalu harus belajar karena di setiap perkembangan usia anak kita akan selalu menemukan problem yg berbeda dam solusi yg tidak sama
BalasHapusSaya juga sering minta maaf ke anak. Meskipun selalu berusaha memberikan yang terbaik, tetapi dalam prosesnya gak sempurna. Namanya juga manusia ya, Mbak :)
BalasHapusSekarang buanyaaakkk banget metode parenting, sampai kadang bikin pusing mau ikut yg mana ya Teh.
BalasHapusTapiii, TARBIYAH ataupun metode parenting TERBAIK sudah tentu sebagaimana yg dicontohkan Rasulullah teladan kita
Jadi no pusing pusing lagi, langsung ikuti metode parenting ala Rasul, ya
Beruntung sekali yang bisa mengikuti acara ini. Memang sebaik baik tauladan adalh Rasulullah, jadi sudah sehrusnya umat islam mengikuti jejak beliau..
BalasHapusBagus yah kak pembelajarannya sudah menggunakan e-learning. Serba digital dan memudahkan jadinya. Bagus banget buat belajar parenting
BalasHapusTerima kasih sudah berbagi tentang e learning parenting ala Rasulullah ini Teh.. insya Allah bermanfaat sekali..
BalasHapusilmu parenting memang ga ada yang baku ya,teh. Harus terus banyak belajar dari waktu ke waktu. Karena setiap anak mempunyai karakter yang berbeda dan jaman juga terus berubah. Apa lagi sekarang uda jamannya digital, cara mengajari mereka juga berbeda caranya dengan yang dulu
BalasHapusAlhamdulillah bisa membaca penjelasannya di sini, benar teh, kalau mau sukses parenting kita di rumah, harus mencontoh langsung teladan dari keluarga rasulullah yaa. dan undang Allah ke rumah kita.
BalasHapusMemang jadi orang tua itu harus belajar terus yah Teh, everyday learning
BalasHapusSenengnya bisa menimba ilmu parenting di masa pandemi ini
memang ya jadi orang tua tuh ga gampang, belajarnya seumur hidup dan ga pernah lulus karena selalu ada aja yang harus dipelajari :)
BalasHapusaku ngga tau informasi acara ini mba, kalau tau pengen ikutan juga selalu tertarik dengan pembahasan seputar parenting.
BalasHapusMenarik banget ya, kak Ci..
HapusJadi sadar kalau kita harus terus belajar ilmu pengasuhan yang benar.
Menarik banget ini kalo aja tau infonya biar bisa menerapkan parenting ala Rasulullah nih teh
BalasHapusAlhamdulillah ada kemudahan lagi nih bagi siapapun terutama orangtua yang ingin belajar parenting ala rasulullah, nggak perlu tatap muka langsung, cukup dengan mengikuti e learning seperti ini.
BalasHapusalhamdulillah, senang banget ya bisa ikut acara sharing ilmu parenting a la Rasulullah ini. Kayak ikut kajian pengajian dengan ustad yang cocok di hati
BalasHapusSaya dalam tahap belajar konsisten membacakan sirah Nabi ke anak-anak supaya bisa mengenal dan meneladani Beliau insyaa Allah. Sebagai orang tua juga harus ni belajar parenting ala Rasulullah. Enak mba kalau eventnya online.
BalasHapusBelajar di rumah orang tua jadi ikut belajar juga ya mbak. Dan program ini bagus banget, bagaimana menghadirkan Allah dalam segala kehidupan. Secafa teori kayak 'ah gampang' tapi kenyataan banyak lupa dan malesnya!
BalasHapusUstadz Luqman ini orang Pontianak kebetulan beliau jg guru aku, aku ngikutin kajian beliau sejak awal sampai skrg sudah terkenal. Ilmunya memang luas banget
BalasHapusParenting Rasullullah ini program yang dahsyat ya mba, nggak cuma anak yang belajar tapi juga orangtua. MasyaAllah. Jadi pengen nerapin ini juga.
BalasHapusberasa ketampar bolak balik sih emang, kita selalu berdoanya agar anak-anak menjadi anak yang saleh tapi orangtua nya sendiri belum tentu sudah jadi anak saleh bagi orangtuanya (KakekNenek si Anak)
BalasHapusmakasih udah mengingatkan ya Mbak, agar selalu menghadirkan Allah dalam setiap kehidupan, balik lagi ke Al Quran dan terus Al Quran :)
Alhamdulillaaaah.. Thank you so much for sharing so many valuable and interesting points about our children’s education
BalasHapusSaya agak kurang berkenan pas baca pada bagian kenapa anak dititipkan pada pembantu itu mba hehehe... Perlu diingat bahwa tidak semua ibu beruntung bisa berada di rumah selalu mendampingi buah hatinya. Tentunya ada kebijaksanaan sendiri untuk menghadapi hal ini karena solusi pasti ada asalkan tidak memandang suatu masalah dari satu kaca mata aja.
BalasHapusIya bener tuntunan kita sebaiknya ya apa yang diajarkan sama agama ya mbak, bukan sosok yang kita kultuskan seolah2 dia sempurna.
BalasHapusKarena insyaAllah apa yang ada dalam Islam yang dicontohkan nabi khususnya mengenai parenting juga udah yang paling lengkap menjawab tantangan zaman
Wah, wawasan baru nih teh. Aku pengen banget deh bisa ikutan yang seperti ini. Duh, ilmu parenting ini ya, banyak dan beragam. Tapi buat kita, parenting ala rasulallah yang paling cocok ya.
BalasHapuswaaa ilmu baru nih buat aku hihhi, mau rekomendasiin ah buat temen aku juga ah ini menarik banget ya teh
BalasHapus